Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Perbanyaklah Berdo'a Di Waktu Sujud



Perbanyaklah Berdo'a Di Waktu Sujud, karena itulah saat terdekatmu dengan allah 'azza wa jalla, namun janganlah berdo'a dengan do'a dari al qur`an, berdo'alah dengan do'a dari al hadits shahih.

Dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah do'a."
(Shahih, Muslim no. 482)

Dari Khalifah 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu,
"Rasulullah melarangku dari membaca Al Qur`an ketika saya sedang rukuk atau sujud."
(Shahih, Muslim no. 480)

•═════◎◎۩۩◎◎═════•

Do'a apa saja yang biasa Rasulullah panjatkan dalam sujud panjang beliau ?

Berikut adalah beberapa do'a dari Al Hadits Shahih yang dapat kita panjatkan kepada Allah As Sami'ul Mujiib (Ad Du'a) di dalam sujud sujud panjang kita:


1. Dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,

Bahwa Rasulullah dalam sujudnya mengucapkan do'a,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

ALLAHUMMAGHFIRLII DZANBI KULLAHU DIQQAHU WAJULLAHU WA AWWALAHU WA AKHIRAHU WA 'ALANIYATAHU WA SIRRAHU

(Yaa Allah, ampunilah semua dosa dosaku, yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, dan yang terang terangan maupun yang sembunyi sembunyi)
(Shahih, Muslim no. 483)


2. Bahwa 'Aisyah radhiallahu 'anha mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah berdo'a dalam shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA`TSAMI WAL MAGHRAM

(Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang)
(Shahih, Bukhari no. 2397)


3. Dari 'Abdullah bin Mas'ud, dari Nabi bahwasanya beliau pernah berdo'a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL HUDA WATTUQA WAL 'AFAAFA WALGHINA

"Yaa Allah yaa Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepadaMu petunjuk, ketaqwaan, terhindar dari perbuatan yang tidak baik, dan kecukupan (tidak meminta minta)."
(Shahih, Muslim no. 2721)


4. Dari Khalifah 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, dia berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada saya:

"Hai 'Ali, ucapkanlah do'a,

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ

ALLAAHUMMAH DINII WASADDIDNII WADZKUR BIL HUDAA HIDAAYATAKATH THARIIQA WASSADAADI SADAADAS SAHMI

"Yaa Allah, berikanlah petunjuk kepadaku. Berilah aku jalan yang lurus. Jadikan petunjukMu sebagai jalanku dan kelurusan hidupku selurus anak panah"
(Shahih, Muslim no. 2725)


5. Abu Musa Al Asy'ari berkhutbah di hadapan kami,

"Wahai manusia takutlah kalian akan perbuatan syirik, karena dia lebih halus dari langkah semut."
Kemudian berdirilah 'Abdullah bin Hazn dan Qais bin Mudharib dan berkata:
"Demi Allah, kamu jelaskan semua apa yang kamu telah katakan atau kami benar benar akan mendatangi 'Umar baik diizinkah atau tidak."
Abu Musa berkata; "Bahkan, aku akan jelaskan apa yang telah aku katakan."

Pada suatu hari Rasulullah berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda:

"Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik karena dia lebih halus dari langkah semut."

Kemudian seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kami harus menghindarinya, sementara dia lebih halus dari langkah semut?"

Maka beliau menjawab:
Berdo'alah dengan membaca,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

ALLAHUMMA INNAA NA'UUDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAIAN NA'LAMUHU WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LAA NA'LAMU

Yaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepadaMu terhadap apa yang kami tidak ketahui
(Hasan Shahih, Imam Ahmad no. 18781 (19606) dan dinilai hasan shahih oleh Syaikhul Muhadits Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah (dalam Shahih Targhib Wat Tarhib no. 36)


6. 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash berkata; bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendakNya."

Setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a;

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

ALLAHUMMA MUSHARRAFAL QULUUBI SHARRAF QULUUBANAA 'ALA THAA'ATIKA

'Ya Allah, Dzat yang Memalingkan Hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepadaMu!'
(Shahih, Muslim no. 4798)


7. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata,

"Jika susah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanjatkan doa:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَلِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

LAA ILAAHA ILLALLAHUL 'ALIIMUL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIMI LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUS SAMAWAATI WA RABBUL ARDHI RABBUL 'ARSYIL KARIIMI

Tiada sesembahan yang hak selain Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, tiada sesembahan yang hak selain Allah, Tuhan pemelihara 'Arsy Yang Maha Agung, tiada sesembahan yang hak selain Allah Yang Memelihara Langit dan Bumi, Tuhan Pemelihara 'Arsy yang Mulia
(Shahih, Bukhari no. 6876)


8. Dari Sa'ad bin Malik radhiallahu 'anhu, Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang mengatakan;

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

RADHIITU BILLAAHI RABBAN WA BIL ISLAAMI DIINAN WA BI MUHAMMADIN RASUULAN

"Aku Ridha Allah Sebagai Tuhanku, Islam Sebagai Agamaku Dan Muhammad Sebagai Rasul."

, maka wajib baginya untuk masuk syurga."
(Shahih, Imam Abu Daud no. 1306 dan dishahihkan oleh Syaikhul Muhadits Al Albani rahimahullah)


9. Dari Ummul Mu`minin 'Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu 'anha,dia berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam ruku' dan sujudnya memperbanyak membaca;

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

'
SUBBUUHUN QUDDUUSUN, RABBUL MALAAIKATI WARRUH
(Maha Suci Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril)'."
(Shahih, Imam An Nasa'i no. 1038, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)


10. Dari Khalifah 'Umar bin Al Khathtab radhiallahu 'anhu berkata:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Ya Allah berilah aku mati syahid dijalanMu, dan jadikanlah kematianku di negeri RasulMu, shallallahu 'alaihi wasallam"
(Shahih, Al Bukhari no. 1757)

Demikianlah beberapa Do'a yang bersumber dalam Al Hadits Shahih yang dapat kita panjatkan di dalam sujud sujud panjang kita. Janganlah merasa lelah dalam berdo'a kepada Allah, karena Allah sangat mencintai hambaNya yang berdo'a dan menangis memohon kepadaNya.



•═════◎◎۩۩◎◎═════•
Sungguh, Allah mendengar setiap do'a do'a kita, Allah tidak pernah sekali kali menyia-nyiakan do'a hambaNya. Lantunan do'a kita adalah Senjata Terkuat kita sebagai Muslim. Tanpa berdo'a kepada Allah, sungguh kita lemah dan sangat aniaya.
Sungguh benar benar kita harus memperbanyak do'a kepada Allah karena kita membutuhkan Allah atas Segala Nikmat yang tidak terhitung dariNya, atas Ketetapan Hidayah Islam di dalam Hati kita, Ketetapan untuk Bertauhid (Kufur kepada Thaghut dan Beriman kepada Allah) dan Istiqamah melaksanakan Sunnah Mulia Rasulullah hingga kematian kita yang dimana setiap muslim yang beriman pasti dan akan selalu merindukan Kematian Terindah dan Terbaik yaitu Kematian Syahid yang tergolong Kematian Husnul Khatimah.

In syaa Allah

Jazaakumullahu Khairan

Semoga bermanfaat



sumber dari: Islam Kaaffah 'Ala Minhajin Nubuwwah


Jumat, 11 November 2016

Tauhid Nafyi dan Itsbat



Kalimat yang Agung ini لا اله الا لله memiliki dua rukun yaitu an-Nafyi (penafian / penolakan / pengingkaran) dan itsbat (penetapan / penegasan). Yang di maksud an-Nafyi ( لا اله ) yaitu menafikan semua yang di ibadahi selain Allah atau pengosongan. Dan aI-Itsbat ( الا لله ) yaitu menetapkan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah saja tidak ada sekutu baginya. Penafian murni saja bukanlah Tauhid, penetapan murni saja itu pun bukanlah Tauhid, namun Tauhid itu harus menggabungkan antara keduanya. Makna لا اله الا لله yaitu tidak ada yang berhaq di ibadahi kecuali Allah, atau tidak ada yang berhak terhadap segala peribadatan ini tanpa disertai lainnya kecuali hanya Allah.

Kalimat tauhid ini menafikan 4 perkara dan menetapkan 4 perkara. 4 perkara yang dinafikan adalah: • Alihah (Rabb-Rabb)ialah apa saja yang engkau jadikan tujuan dengan melakukan sesuatu untuk mendapatkan manfaat atau menlak mudharat darinya • Thawaghit (Thaghut)Ialah apa dan siapa saja yang disembah dan ia rela dengan sesembahan itu, atau sesuatu yang dicalonkan sebagai sesembahan • Andad (Tandingan bagi Allah)ialah setiap sesuatu yang menjauhkan dari Dien Islam, baik itu keluarga, tempat tinggal, kerabat, maupun harta. semua itu bisa disebut andad bila menyebabkan jauh dari Dien Islam, hal ini berdasarkan firman Allah azza wa Jalla: "Dan diantara manusia ada rang yang menyembah Rabb selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai Allah (QS. al-Baqarah: 165) • Arbabialah seseorang yang menetapkan hukum, memberi fatwa yang menyimpang dari al-Haq, lalu dipatuhi oleh seseorang, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: "Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Rabb selain Allah" (QS. al-Baqarah: 165) Sedangkan 4 perkara yang ditetapkan oleh kalimat ini adalah: • al-Qashdual-Qashdu adalah tujuan, hendaklah seseorang tidak memiliki tujuan dan maksud (niat) kecuali kepada Allah azza wa Jalla. • at-Ta'dhim wal Mahabbah (Pengagungan dan kecintaan)at-Ta'dhim wal Mahabbah adalah (Pengagungan dan kecintaan), sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: " Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cintanya kepada Allah"
(al-Baqarah: 165) • al-Khauf war Raja'al-Khauf war Raja' adalah rasa kekhawatiran dan pengharapan, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla : "Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Yunus: 107) at-Taqwaat-Taqwa (bertakwa) adalah berlindung / takut dari murka dan siksa Allah dengan cara meninggalkan Syirik dan seluruh kemaksiatan, memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan mentaati perintah-Nya sesuai dengan syariat-Nya Ibnu Mas'ud Radiyallahu'Anhu berkata: "Hendaklah engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya Allah karena mengharap pahala dari Allah, dan menginggalkan kemaksiatan berdasarkan cahaya Allah karena takut akan siksa Allah."


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(QS. al-Maidah: 3)



sumber Mimbar Telegram

Keutamaan Surat Al-Mulk


Tahukah anda?
Diceritakan ada seorang wanita solehah yang meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dari dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur...
Sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ.

“Ada suatu surat dari al Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu : “Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk)
[HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad]


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ الْمَانِعَةُ هِىَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ.

“Dia adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.”
[HR. Tirmidzi]


عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

"Jabir berkata, “Nabi SAW tidak tidur sampai beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (surat Al Mulk).”
[HR. Tirmidzi]


عن عبد الله بن مسعود قال : من قرأ { تبارك الذي بيده الملك } كل ليلة منعه الله بها من عذاب القبر وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم نسميها المانعة وإنها في كتاب الله سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب.

"Abdullah bin Mas’ud RA berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah SAW menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah (al Quran). Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.”
[HR. An Nasai & Al Hakim]



Sabtu, 15 Oktober 2016

Bidadari Surga Para Syuhada


"Mereka tersenyum melihat nikmat yang diberikan rabnya salah satunya adalah bidadari surga hanya para syuhada' yang mendapatkan nikmat paling tinggi di sisi rab Nya karena ketulusan cintanya kepada rab Nya".

Bidadari adalah makhluk Allah yang berada disurga yang disiapkan untuk pendamping orang-orang yang masuk surga yaitu orang yang beriman dan bertaqwa. Surga merupakan tempat yang selalu di idam-idamkan manusia, temapat yang indah penuh dengan kenikmatan.

Umat Islam meyakini adanya bidadari, istilah “huurin `iin” dalam al-Quran, diterjemahkan sebagai bidadari yang bermata jeli, mereka digambarkan selalu perawan, dengan umur sebaya yang diciptakan langsung tanpa proses kelahiran, dan digambarkan fisik mereka seperti gadis remaja. Firman Allah Swt.

Dan (didalam surga itu) ada bidadari yang bermata jelita.” (QS. Al-Waqi’ah : 22)

Memiliki kulit putih, bening, bersih dan lembut yang sempurna, diibaratkan seperti telur yang tersimpan dengan baik, dan ibaratkan pula para bidadari itu seperti permata yakut dan mutiara. Dijelaskan pula bahwa para bidadari itu sangat sopan, selalu menundukkan pandangannya, mereka tidak pernah disentuh oleh bangsa manusia atau jin.
Dari segi penciptaan bidadari berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah, malaikat dari cahaya dan iblis dari api. Dalam penampilan fisik, bidadari digambarkankan sebagai sosok yang sangat cantik jelita dan sempurna tanpa cela.

Dalam hal ini dalam sebuah hadits telah diriwayat dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda,
Sesungguhnya didalam surga itu ada bidadari yang dinamakan, “Aina” diciptakan dari empat unsur, yaitu, dari misik, kafur, anbar dan za’faran.
Dalam hadits yang lain diceritakan, “Bahwa Allah menciptakan bidadari dari empat warna, yaitu, putih, hijau, kuning dan merah. Diciptakan Allah tubuhnya dari za’faran, misik, anbar dan kafur, sedangkan rambutnya dari sutera.

Dalam Buku Hadil Arwaah Ila Biladir Afrah karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Dijelaskan Dari bahan Apa Bidadari Surga diciptakan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Sekiranya bidadari surga meludah di tujuh lautan bumi, pasti air nya akan berubah menjadi tawar, karena saking tawarnya mulut bidadari surga tersebut. Bidadari bermata jeli diciptakan dari Za’Faran
Za’faran : Adalah sejenis bunga berwarna ungu yang cantik, yang tumbuh di zajirah Arab, tumbuhan ini memiliki wangi yang sangat harum, serta banyak mempunyai khasiat yg berasal dari putiknya,sehingga bunga ini di juluki bunga termahal di dunia.

Manusia diciptakan Allah dari bahan baku Tanah, dan manusia adalah mahluk paling sempurna di muka bumi, dan memiliki paras dan rupa paling bagus di muka bumi. Sekarang bayangkanlah seorang bidadari yang diciptakan dari Za’faran, seperti apa sempurna dan cantiknya. Wallahua’lam.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Cahaya memancar di surga kemudian penghuni surga mengangkat kepalanya, Ternyata cahaya tersebut berasal dari cahaya gigi bidadari surga yang bermata jelita yang sedang tertawa dihadapan suaminya”.

Diriwayatkan dari Laits bin Sa’ad dari Yazid bin Abu Habib dari Walid bin Abdah, Rasulullah Saw berkata kepada Jibril:
Wahai Jibril hentikan aku di bidadari yang bermata jelita, lalu jibril menghentikannya di hadapan bidadari-bidadari bermata jelita. Rasulullah berkata : “Kalian dari Mana ?”, mereka menjawab : “Kami adalah Istri-istri kaum mulia yang bertempat tinggal di surga dan tidak pindah daripadanya untuk selama-lamanya.Mereka tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya, mereka selalu bersih dan tidak kotor selama-lamanya.

Ibnu Mubarak berkata kepada Kami, dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Zukhar, dari Khalid bin Imran dari Ibnu Abbas RA:
“Pada suatu hari kami sedang mengobrol dengan Ka’ab, Beliau berkata : ‘Jika tangan Bidadari Surga yg bermata Jelita di turunkan dari langit menuju bumi, maka akan menerangi penghuni bumi sebagaimana matahari menerangi penghuni dunia’. Ibnu Abbas berkata : “Tadi engkau berkata tangannya, bagaimana kalau wajahnya, warna kulitnya yang putih dan pesona dan kecantikannya?

Diriwayatkan dari Hadist Hasan bin Athiyah dari Ibnu Mas’ud ra, berkata :
“Di surga terdapat bidadari yang bermata jelita yang bernama Lu’bah, semua bidadari surga kagum kepadanya. Mereka menepuk bahu Lu’bah dan berkata : “Betapa bahagianya engkau wahai Lu’bah, sesungguhnya apabila pemburu surga mengetahui keberadaanmu, pasti mereka akan serius mengerjakan amal Shaleh. Diantara kedua matanya tertulis : “Barangsiapa ingin mendapatkan istri di surga seperti aku, maka hendaklah ia berbuat untuk mencari ke-ridhaan Rabb ku.

Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, saya pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,
Sekiranya Bidadari Surga mengeluarkan telapak tangannya di bumi, maka akan membuat penduduk dunia kagum karena saking bagus dan indahnya. Jika ia mengeluarkan tutup kepalanya, maka matahari pada saat bersinar terang akan berubah menjadi lampu yang kecil yg tidak lagi terlihat cahayanya, jika ia mengeluarkan wajah nya yg cantik, maka kecantikan wajahnya akan menyinari langit dan bumi.


Ibnu Mubarak berkata dari Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir yang berkata : “Sesungguhnya bidadari yang bermata jelita, menunggu masing-masing di pintu surga, Mereka berkata : “Duhai lama sekali kami menunggu kedatangan kalian”. Kami selalu riang dan tidak cemberut selama-lamanya, kami tetap tinggal bersamamu dan tidak akan berpisah selama-lamanya, kami tetap kekal dan tidak akan mati selama lamanya”, Bidadari tersebut berkata dengan suara paling merdu yang belum pernah didengar oleh telinga. Kemudian ia berkata : “Engkau adalah kekasihku dan Aku adalah kekasihmu.



Malaikat Maut Mencabut Nyawa Seorang Syuhada [VIDEO]



Sesungguhnya Kematian yang Paling tinggi Derajatnya disisi Allah adalah Seorang yg Shahid - Mati membela Agama Allah (Syuhada) :

Rasulullah bersabda :
"Seorang yg mati syahid diberi 6 perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya, yaitu semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan dan kedahsyatan yg besar pada hari kiamat, diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan"
(HR. Bukhari)

Detik-detik kematian Syuhada di Suriah VIDEO


Rasulullah bersabda :
"Seorang yg mati syahid diberi 6 perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya, yaitu semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan dan kedahsyatan yg besar pada hari kiamat, diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan"
(HR. Bukhari)

"Seseorang yg mati syahid dapat memberi syafaat (pertolongan) kepada 70 anggota keluarganya di hari kiamat"
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

"Seseorang yg mati syahid dapat memberi syafaat (pertolongan) kepada 70 anggota keluarganya di hari kiamat"
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)


Para Syuhada (orang-orang yang gugur dalam peperangan membela agama) tidak akan di tanya di Alam Kuburnya. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
Ya, Rasulullah! Mengapa orang yang syahid tidak mengalami fitnah kubur seperti orang-orang mukmin yang lain?
Sebagai penjelasannya 
Cukuplah luka-luka akibat pedang di kepalanya sebagai fitnahnya.


(Sunan Nasai, No. 2053, hadist itu telah disahkan kebenarannnya oleh Syekh Albani)


Minggu, 28 Agustus 2016

Jerry D Gray - Konspirasi Yahudi dan Kaum Thogut [VIDEO]


Jerry D. Gray adalah seorang mualaf juga seorang Naturalisasi. Dia rela menanggalkan statusnya sebagai warga negara adidaya di abad ini (Amerika) yang notabenya adalah sebuah Negara impian bagi sebagian manusia di bumi ini, melihat dari taraf hidup warganya yang serba bekecukupan, fasilitas sebagai penunjang kehidupan yang lengkap, pendapatan tinggi penduduknya disetiap tahunnya, dan masih banyak keunggulan lain dibanding dengan negara kita. Tetapi itu semua tidak membuat seorang Jerry terpana dengan semua itu, justru ada hal-hal lain yang membuat dia muak berstatus sebagai Warga Negara Amerika.

Tidak banyak orang yang menyangka Jerry D. Gray, warga AS yang pernah menjadi prajurit angkatan udara negara adidaya itu, ternyata seorang mualaf yang tekun beribadah.

Bagi penulis sejumlah buku di antaranya “Deadly Mist”, “Demokrasi Barbar ala AS" dan “Dosa-dosa Media Amerika” itu, ketertarikan terhadap Islam dimulai justru dari tanah Arab tempat ajaran Islam itu sendiri pertama kali diturunkan kepada Rasul Allah SWT.

Beristrikan seorang perempuan Tasikmalaya dan dikaruniai seorang anak laki, Jerry menyatakan memiliki banyak kegiatan di Indonesia yang membuat dia makin betah yaitu memberikan pengajian, berbagi pengalaman dan menulis buku.





*Thogut: sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah Swt / yang melampaui batas.




Sabtu, 27 Agustus 2016

Belas Kasih Yang Kita Miliki Tak Terlewatkan Oleh Sang Pencipta [VIDEO]


Siapa sih yang tidak kenal Ustad Yusuf Estes...
Beliau adalah mantan Pendeta Kristen yang kemudian mendapat hidayah dari Allah SWT menjadi seorang muslimin. Beliau adalah sosok ustad yang fenomenal.

Ceramah beliau tentang "Belas kasih yang kita miliki tak terlewatkan oleh Sang Pencipta."
Lengkap dengan subtitle Indonesia.

Selamat menyaksikan





Kamis, 14 Juli 2016

Julaibib R.A. Ia Memilih Berjihad & Merindukan Syahid


“Sami’na wa`atha’na”, itulah sikap seorang mukmin ketika sampai kepadanya perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sikap ini sebagai bukti keimanannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sebagai bukti kecintaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memang demikianlah, menjadi keharusan bagi seseorang yang telah bersaksi Muhammad adalah utusan Allah untuk menerima segala yang telah menjadi keputusan Rasulullah.

Tidak ada lagi pilihan bagi dirinya, kecuali harus tunduk dan patuh, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan kecuali dalam perintah tersebut mengandung banyak hikmah. Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang, kecuali dalam larangan itu terdapat bahaya besar.

Sikap taat, tunduk dan patuh itu selalu menghiasi para sahabat Rasulullah yang merupakan satu generasi terdidik di bawah naungan cahaya Nubuwwah. Generasi yang dipuji oleh Allah dan yang terpilih untuk menemani, serta mendukung dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [ al-Ahzâb/33 : 36 ]

Ada suatu kisah sangat menarik berkaitan dengan ayat yang mulia ini. Yaitu kisah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Julaibib Radhiyallahu anhu. Sahabat ini bukan termasuk orang terpandang di kalangan kaum Anshar. Perawakannya juga kurang bagus. Sahabat ini termasuk dalam kategori orang miskin, tidak memiliki harta. Meskipun demikian, beliau sangat dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ketakwaan yang ada pada dirinya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menikahkannya dengan salah seorang putri sahabat Anshar. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah sahabat Anshar ini dan berkata: “Nikahkanlah putrimu denganku”.

Mendengar ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sahabat tadi tanpa berpikir panjang langsung menerima tawaran Rasulullah. Satu kesempatan yang sangat berharga, dan suatu kebanggaan tak ternilai ketika terjalin hubungan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Akan tetapi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa pinangan ini bukan untuk dirinya.

Kalau begitu pinangan ini untuk siapa, wahai Rasulullah?” katanya dengan penuh tanda tanya.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Untuk Julaibib Radhiyallahu anhu”.

Dengan penuh kebingungan sahabat itu menjawab: “Baiklah, wahai Rasulullah! Tetapi aku harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan istriku”.

Pergilah sahabat ini menemui istrinya. Terlintas di benaknya, apa kata orang jika putriku menikah dengan Julaibib Radhiyallahu anhu ?! Bagaimana martabat keluarganya?!

Setelah bertemu dengan istrinya, iapun menceritakan pinangan Rasulullah. Dia berkata: “Wahai, istriku. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminang putrimu,” serta merta istrinya menjawab: “Iya, aku sangat setuju”.

Akan tetapi Rasulullah tidak meminang untuk dirinya, ” jelas sang suami.

Lantas untuk siapa pinangan itu,” tanya istrinya penuh keheranan.

Rasulullah meminangnya untuk Julaibib Radhiyallahu anhu ,” tandasnya.

Istrinya menjawab: “Untuk Julaibib Radhiyallahu anhu ? Tidak! Aku tidak setuju. Jangan engkau nikahkan dengannya! "

Mereka enggan memiliki seorang menantu seperti Julaibib Radhiyallahu anhu yang tidak memiliki apa-apa. Demikianlah, keadaan sebagian orang tua yang terkadang lebih mengutamakan dunia seseorang dari pada agamanya.

Percakapan itu ternyata terdengan oleh putrinya. Lantas bagaimana dengan sik
ap putrinya mendengar pinangan dari Rasulullah?

Tak disangka, ketika bapaknya hendak beranjak pergi untuk menolak pinangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , terdengarlah suara dari dalam kamar: “Siapakah yang telah meminangku, wahai ayah?”

Sang ibu kemudian menceritakan bahwa yang meminang adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , akan tetapi pinangan itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk Jualaibib,

Ternyata putrinya menjawab dengan tegas: “Apakah kalian menolak perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tidakah kalian mendengar firman Allah


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. [ al-Ahzâb/33 ayat 36 ]

Terimalah pinangan itu, karena ia tidak akan menyia-nyiakanku. Ketahuilah, aku tidak akan menikah kecuali dengan Julaibib Radhiyallahu anhu !”

Mendengar penuturan putrinya, maka pergilah sahabat itu menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sesampai di hadapan Rasulullah, iapun berkata: “Wahai, Rasulullah! Aku menerima pinanganmu. Nikahkanlah putriku dengan Julaibib Radhiyallahu anhu “.

Sungguh satu pernyataan yang menunjukkan ketundukan terhadap perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Wanita shalihah ini tidak melihat diri calon pendamping hidupnya, kecuali dengan pandangan agama. Dia sangat memahami, bahwa kemuliaan dan kebahagiaan hidup seseorang hanyalah dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Itulah sikap seorang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Perintah Rasulullah selalu didahulukan dari keinginan pribadinya. Dia yakin, keputusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu yang terbaik. Ya, ilmu selalu membimbingnya kepada kebaikan, ketundukan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Tak terperi, kebahagiaan pun meliputi Julaibib Radhiyallahu anhu . Istri yang shalihah akan segera menjadi pendamping hidupnya. Kehidupan baru akan segera ia jalani.
Namun, kiranya angan-angan itu serasa hilang, ketika panggilan jihad megetuk hatinya. Karena pada saat yang bersamaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum muslimin agar berjihad di jalan Allah. Julaibib Radhiyallahu anhu dalam kebimbangan. Ia bingung manakala harus memilih antara istri shalihah, kebahagiaan, atau mati shahid yang selama ini dicita-citakannya?! Akhirnya, ternyata kerinduan terhadap mati syahid di medan perang menjadi pilihannya.

Maka berangkatlah Julaibib Radhiyallahu anhu menuju medan perang. Dia tinggalkan calon istrinya yang shalihah dan kebahagiaan yang akan segera ia peroleh, demi menyambut panggilan Rabbnya, yaitu berjihad di jalan-Nya.

Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau sangat memberi perhatian kepada para sahabatnya usai peperangan. Biasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan siapa saja yang syahid dalam peperangan itu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: “Siapa saja yang gugur di jalan Allah?

Mereka menjawab: ”Fulan dan fulan, wahai Rasulullah”.

Mereka tidak menyebutkan nama yang dicari oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yakni Julaibib Radhiyallahu anhu. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali menanyakan kepada para sahabat, dan jawaban mereka sama.

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru: “Sesunguhnya aku telah kehilangan salah seorang sahabatku, Jualaibib. Carilah ia!


Para sahabat segera mencari jasad Julaibib Radhiyallahu anhu . Dan mereka mendapatkan jasadnya tersungkur. Di sekelilingnya terdapat tujuh jasad orang kafir. Segeralah para sahabat memberitahukan kepada Rasulullah tentang Julaibib Radhiyallahu anhu , maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menghampiri jasadnya.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di sampingnya dan bersabda: ” Dia telah membunuh tujuh orang ini, kemudian mereka membunuhnya. Sesungguhnya, ia adalah aku, dan aku adalah dia”. Rasulullan n mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian, dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat jasadnya dan menyandarkan di lengannya.

Para sahabat mempersiapkan liang lahat untuknya, dan Rasulullah terus menyandarkan jasad Julaibib Radhiyallahu anhu di lengannya, sampai akhirnya ia di kuburkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya.

Itulah akhir kehidupan Sahabat Julaibib Radhiyallahu anhu . Beliau menutup lembaran-lembaran amalnya dengan mati syahid di jalan Allah.

Lalu, bagaimanakah dengan wanita shalihah yang siap mendampinginya?

Sepeninggal Sahabat Julaibib Radhiyallahu anhu, wanita itu menjadi seorang yang kaya raya di kalangan kaum Anshar. Semua itu berkat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Yaitu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Curahkanlah kebaikan untuknya. Dan jangan Engkau menjadikan untuknya kehidupan yang susah”.

Dengan doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, ia mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya. Demikianlah hikmah lantaran taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita. Wallahu a’lam.

Marâji’:
1. Shahih Muslim.
2. Usud al-Ghabah fi Ma’rifati ash-Shahabah.
3. Tafsir Ibnu Katsir.

----------------------------------------------

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah diatas adalah;

1. Sudah selayaknya bagi setiap Muslim ketika Allah dan Rasul-Nya menetapkan sesuatu ketetapan, jawaban kita adalah sami'na wa a'thona (kami mendengar dan kami taat) tidak ada perkataan selainnya.

2. Bagi tiap laki-laki/ wanita yang sudah merasa siap untuk menikah, maka menikahlah, karena itu dapat menundukan pandangan dan menjaga kesucian diri.

3. Pilihlah Suami/ Istri karena Agamanya, karena dengannya engkau akan selamat dunia wal akhirat.

4. Hendaknya kecintaan terhadap Jihad Fii Sabilillah dan Mati Syahid senantiasa hidup di dada kaum muslimin, karena dengan Jihadlah, Kalimah Allah Tegak dan Mulia

5. Bagi yang belum mendapatkan Jodoh walau sudah berusaha mencarinya, Bersabarlah, Mungkin Allah menyiapkan Bidadari Bermata jeli di Jannah untuk antum, dengan syarat kita Berjual beli dengan Allah dengan Ikhlas dan maharnya adalah harta dan nyawa kita. Taman orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.



Sabtu, 11 Juni 2016

Sahkah Puasa Orang Yang Tidak Mengerjakan Shalat Kecuali Di Bulan Ramadhan


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Ini ada surat yang berasal dari Sa'id Ahmad Baghdady dari Makkah al-Mukarramah, dia mengatakan, "Seseorang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di bulan Ramadhan, apakah puasanya sah ataukah tidak?"

Jawaban: Orang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di siang hari bulan Ramadhan, jika shalatnya di siang hari bulan Ramadhan sebagai bentuk kembali kepada Allah dan sebagai bentuk taubat dari perbuatannya meninggalkan shalat sepanjang tahun serta bertekat kuat untuk terus melaksanakan shalat di sisa umurnya, maka puasanya sah, walaupun seandainya kita berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat menjadi kafir dengan meninggalkan satu kali saja shalat fardhu, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian Salaf, karena sesungguhnya taubatnya menghapus dosa-dosa sebelumnya.

Adapun jika dia mengerjakan shalat di bulan Ramadhan dan tetap berniat tidak akan mengerjakannya jika Ramadhan telah berlalu,  jika dia meyakini bahwa shalat tidak wajib selain di bulan Ramadhan, maka dia kafir dan puasanya tertolak, dan shalat yang dia kerjakan di bulan Ramadhan tidak diterima darinya.


Sedangkan jika dia meyakini bahwa hukumnya wajib, hanya saja dia terus meninggalkannya sebagai bentuk kemaksiatan kepada Allah dan kefasikan, maka puasanya diterima (sah -pent),
namun jika dia meninggalkan shalat setelah Ramadhan dikhawatirkan dia akan mati dalam keadaan seperti ini, sehingga kematiannya sangat membahayakan berkaitan dengan keadaannya; yaitu apakah dia masih seorang muslim ataukah kafir.


-Silsilah Fatawa Nuurun Alad Darb, kaset no. 26




Jumat, 10 Juni 2016

Bulan Yang Ditunggu Umat Islam, Allah Ta’ala Kasih Bonus Serta Mengobral Pahala


Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini adalah bulan puasa dan shalat di malam harinya. Dan bulan ini adalah bulan istimewa yang khusus untuk Al-Qur’an. Sebab, inilah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia baik didunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah 2 : 185)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, karena Allah Ta’ala memberikan discount dan bonus besar-besaran serta mengobral pahala. Allah Ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan yang dilakukan setiap manusia hingga 10 sampai 700 kali lipat.

Hal ini seperti hadits Nabi yang artinya:
“Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

Selama bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk selalu menegakkan ketaatan kepada Allah Ta’ala, disamping melaksanakan kewajiban puasa. Banyak amal ibadah yang kita lakukan sebagai wujud menegakkan bulan Ramadhan, diantaranya yaitu shalat qiyamul lail dan membaca Al-Qur’an.
Sebagaimana yang dituliskan oleh Imam Al-Shan’any dalam kitabnya Subulus-Salam,
Menegakkan bulan Ramadhan, yaitu menegakkan malam bulan Ramadhan dengan shalat atau membaca Al-Qur’an.” (Juz II, hlm: 173)

Ketika sudah masuk pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, semua orang setiap habis shalat ashar, shalat tarawih, dan bahkan shalat subuh, mereka akan berlomba-lomba untuk membaca Al-Qur’an dan sebanyak mungkin untuk mengkhatamkannya. Di mushola dan masjid, suara membaca Al-Qur’an silih berganti terdengar. Memang membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan berbeda ketika dibaca di sebelas bulan yang lain. Di bulan-bulan biasa ketika membaca satu huruf, kita akan diberi balasan pahala dengan sepuluh kebaikan. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an itu, baik di luar shalat maupun di dalam shalat, seperti pada saat shalat tarawih. Semakin banyak jumlah ayat Al-Qur’an yang dibaca dalam shalat tarawih, maka semakin baik. Meskipun membaca surat selain Al-Fatihah di dalam shalat adalah suatu perbuatan yang bersifat anjuran atau sunnah, namun bagi setiap orang yang membaca Al-Qur’an dalam shalat tarawih, akan mendapatkan balasan pahala yang besar. Sebab satu amalan sunnah pada bulan Ramadhan, bernilai seperti satu amalan wajib di luar Ramadhan.

Membaca Al-Qur’an di luar shalat saja pahalanya besar, apalagi di dalam shalat, dan apalagi pada bulan Ramadhan, tentu Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda.
Apabila Rasulullah melaksanakan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih, beliau memperpanjang bacaan Al-Qur’an, lebih panjang daripada shalat-shalat yang lain. Beliau pernah shalat malam pada bulan Ramadhan, di dalam shalat itu beliau membaca surat Al- Baqarah, An-Nisa dan Ali-‘lmran. Setiap kali beliau berjumpa ayat tentang ancaman, beliau berhenti sejenak untuk memohon perlindungan. (HR. Muslim, dari Hudzaifah bin Yaman)

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim ad-Dari untuk mengimami shalat pada bulan Ramadhan. Mereka membaca sebanyak 200 ayat dalam satu rakaat, sehingga para sahabat bersandar (berpegangan) pada tongkat mereka, karena lama berdiri. Shalat baru selesai menjelang fajar. Disebutkan dalam satu riwayat, bahwa ada pula yang memasang tali di antara tiang-tiang masjid, kemudian mereka berpegangan pada tali tersebut.

Pernah juga Umar bin Khaththab mengumpulkan tiga orang penghafal Al-Qur’an, untuk menjadi imam shalat tarawih. Yang paling cepat bacaannya, beliau perintahkan untuk membaca 30 ayat pada setiap rakaat shalat tarawih. Yang bacaannya sedang, diperintahkan membaca 25 ayat pada setiap rakaat. Sedangkan yang paling lambat bacaannya, diperintahkan membaca 20 ayat setiap rakaat.

Pada masa tabi’in (masa setelah sahabat Nabi), biasanya kalau mereka melaksanakan shalat tarawih, mereka menghabiskan bacaan surat Al-Baqarah seluruhnya, dalam 8 rakaat shalat. Jika ada imam yang membaca seluruh surat Al-Baqarah dalam 12 rakaat, mereka beranggapan bahwa imam telah memperpendek bacaan shalatnya.

Memang, sesungguhnya jumlah ayat Al-Qur’an yang dibaca dalam shalat tarawih tidaklah harus seperti yang digambarkan di atas. Sebab kemampuan setiap orang berbeda-beda. Akan tetapi, sangatlah bagus dilakukan jika mampu melakukan seperti itu. Gambaran di atas menunjukkan bahwa betapa agungnya membaca Al- Qur’an itu pada bulan Ramadhan, apakah ketika shalat, terutama pada qiyam Ramadhan (shalat tarawih), maupun di luar shalat.

Demikian pula dengan membaca Al-Qur’an di luar shalat pada bulan Ramadhan. Di antara ulama masa lalu, ada yang mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an setiap dua hari dalam bulan Ramadhan. Berarti selama sebulan Ramadhan, beliau mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sebanyak 15 kali. Ada ulama, seperti An-Nakha’i yang mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an setiap tiga hari. Ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 3 hari, tapi pada 10 hari terakhir Ramadhan, ia khatam setiap hari.

Menurut sebuah riwayat, bahwa Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan, di luar shalat, sebanyak 60 kali. Demikian juga yang dilakukan oleh Imam Abu Hanifah. Subhaanallah. Apabila telah datang bulan Ramadhan, maka Imam Malik menghentikan sementara kegiatan membaca hadits-hadits dan belajar kepada para ulama, lalu berkonsentrasi untuk membaca Al-Qur’an.

Demikianlah perhatian yang sangat besar diberikan oleh orang-orang shaleh, oleh para ulama terhadap Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Begitu pula kaum Muslimin pada umumnya, meskipun jumlah mereka mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan, masih jauh di bawah para ulama tersebut. Namun risalah singkat ini semoga bisa menjadi pemacu dan pemicu kita semua untuk semakin banyak membaca Al-Qur’an dibulan Ramadhan 1437 H ini. Wallahu a’lam…


Oleh: Ustadz Abu Raihan



Selasa, 07 Juni 2016

Mantan Direktur NATO: Disalib dan Disiksa, Tuhan Seperti Tak Punya Kuasa


Tauhid yang murni di dalam Islam itulah yang akhirnya membuat Hoffman memeluk Islam. Keyakinannya semakin kuat ketika ia bertugas di Aljazair dan melihat betapa umat Islam Aljazair begitu sabar, kuat dan tabah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dari umat lain. Sangat bertolak belakang dengan kepribadian masyarakat Barat yang rapuh.

Direktur NATO Masuk Islam - Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).

Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam. Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko.

Bagaimana ia mendapatkan hidayah? Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.
Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak punya kuasa,” tegasnya.

Hoffman bahkan sempat “meragukan” keberadaan Tuhan. Ia lalu melakukan analisa terhadap karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, dan Kant, hingga akhirnya ia dengan yakin menemukan bahwa Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, bagaimana manusia berkomunikasi dengan-Nya?

Hoffman menemukan, jawabannya adalah wahyu. Maka ia pun membandingkan berbagai “wahyu” yang ada. Setelah membandingkan kitab suci Yahudi, Kristen dan Islam itulah Hoffman mendapati Islam-lah yang secara tegas menolak dosa warisan. Ia juga mendapati, dalam Islam seseorang langsung berdoa kepada Allah, bukan melalui perantara atau tuhan-tuhan lainnya.

Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hierarki keagamaan; ketika berdoa, ia tidak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, tetapi langsung kepada Allah,”kata Hoffman.

"Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan orang-orang Aljazair dalam menghadapi penderitaan ekstrem, mereka sangat disiplin dan menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, rasa percaya diri mereka sangat tinggi akan kemenangan yang akan diraih. Saya sangat salut dan bangga dengan sikap mereka," ujarnya.

Ketika keislamannya diketahui publik pasca terbitnya buku Der Islam als Alternative, media massa dan masyarakat Jerman serentak mencerca dan menggugat Hoffman.

Media massa sebesar Del Spigel pun turut mencercanya. Bahkan pada kesempatan berbeda, televisi Jerman men-shooting Hoffman saat ia sedang melaksanakan shalat di atas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter:
"Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?"

Hoffman tersenyum mendengar komentar sang reporter. "Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih." 

Artinya, lelaki yang menambah namanya dengan “Murad” (yang dicari) ini, paham bahwa keislamannya akan membuat warga Jerman marah. Namun ia sadar, segala sesuatu harus ia hadapi apapun resikonya.

Bagi Murad Wilfried Hoffman, demikian nama lengkapnya setelah menjadi Muslim, Islam adalah agama yang rasional dan maju.

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

(Qs Al Ikhlas)

" Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." ( QS 4:171 )

Ketua Pengarah NATO dari Jerman yg telah mengambil keputusan bijak memeluk Islam yang baginya adalah jawaban kenapa moral barat semakin sesat.